Tuesday, October 9, 2007

Berpikir ringan untuk bangun rumah

design interior untuk pt alnan

 

 

 

artikel berguna

1.Menyelaraskan Rumah + Taman Minimalis

TAHUN ini merupakan tahun rumah dan taman minimalis yang kompak, trendi, dan praktis menjadi pilihan favorit para konsumen rumah, yang dengan jitu dibaca oleh para pengembang properti. Berbagai produk rumah minimalis ditawarkan dan dijual sebagai simbol baru kehidupan masyarakat kosmopolitan, yang merupakan refleksi cara hidup, berpikir, dan bekerja masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan. Dan laris manis lagi.

Rumah dan taman merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. Rumah adalah tempat hunian kita beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, dan beribadah. Taman merupakan cermin energi alam, dan energi adalah sumber kehidupan. Maka, jika rumah dan taman dirancang sebagai satu kesatuan yang harmonis akan memberikan energi kehidupan kepada penghuninya.

Konsep rumah dan taman minimalis bertujuan meningkatkan nilai suatu ruang keseluruhan (eksterior dan interior) dengan mengurangi segala sesuatu yang berlebih di dalam ruang tersebut. Filosofi minimalis mewakili gaya hidup yang praktis, dinamis, ringkas, efektif, dan efisien, yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan termasuk arsitektur bangunan rumah, interior ruang, dan eksterior taman. Kolaborasi rumah dan taman minimalis justru menjadi media komunikasi antara arsitektur dan lansekap dengan bentuk kekontrasannya, keras-lunak, kaku-lembut, mati-hidup, geometris-dinamis, serta antara buatan manusia (budaya) dan alam.

Minimalis menghilangkan kejenuhan terhadap pemakaian banyak ornamen dekoratif, pernak-pernik aksesori. Karakter dan kualitas ruang-ruang yang tercipta ditentukan oleh keberadaan ruang itu sendiri, bukan oleh perabot dan pernak-pernik aksesori di dalamnya. Ruang menjadi terasa lega (hampa, keabadian, suasana meditatif) sesuai kebutuhan utama penghuni, mengoptimalkan sirkulasi udara segar yang sehat, dan pencahayaan sinar matahari yang melimpah (kaya warna).

Pencahayaan alami dari jendela, pintu, dinding transparan (kaca patri, glassblock), atau skylight, keteduhan pohon, komposisi tanaman dan perkerasan, yang tepat akan menghadirkan bayangan obyek-obyek dari sinar matahari yang terpantul di dinding sebagai elemen estetis alami tersendiri. Sementara permainan tata cahaya lampu sangat artistik, baik lampu sorot, lampu tanam, hingga lampu gantung dengan bentuk-bentuk geometris, mampu menghidupkan suasana malam hari.

Perlu dipahami, konsep minimalis Barat dan Timur memang agak berbeda. Konsep minimalis Barat cenderung pada rasional fungsional yang lebih menekankan pada fungsi ruang dan ekspresi kejujuran material. Sedangkan konsep minimalis Timur sangat dipengaruhi filosofi Zen-Buddhisme yang menekankan kesederhanaan, keselarasan, efisien, dan efektif, dan menyimbolkan kekosongan dan keheningan (nilai spiritual) agar setiap ruang yang tercipta jernih, polos, dan bening, sehingga ruang dapat dihayati kebesaran Sang Pencipta. Menjadi minimalis yang alami.

Pola geometris, proporsional, efektif-efisien, warna netral, dan alami (kesan lega dan lapang), warna murni (primer), representasi alam (tanaman, bentuk kontur, unsur air), material mentah tanpa finishing yang berlebihan (kesan tenang, lembut, murni, suci, polos), tekstur, dan kontras. Kualitas desain rumah dan taman, ruang yang ada, dan penyelesaian bidang struktur harus semakin lebih baik.

Bentuk desain yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi-efektif ruang. Blocking massa, material, pencahayaan, pengulangan, sirkulasi ringkas, optimalisasi multifungsi ruang dan berurut. Nilai keindahan rumah dan taman minimalis tidak mengandalkan ornamen dan obyek artifisial, tetapi lebih bermakna kepada sebuah kejujuran bentuk, fungsi, dan penjiwaan ruang-ruang yang diciptakan.

Penataan rumah dan taman minimalis mensyaratkan keseluruhan tampilan yang harmonis, perpaduan antara material keras (beton, batu, koral, kerikil, pasir), struktur eksotis fisik bangunan dan tanaman, warna-warni eksotik, serta elemen pendukung (lampu, kolam, bangku, patung, perabot). Minimalis mensyaratkan keselarasan bahan, bentuk, warna, dan tekstur dengan kesan ingin yang disampaikan, hangat, intim, romantis, alami, atau futuristik. Permainan warna dengan tema monokromatik seperti gradasi satu-dua warna primer menciptakan kesatuan ruang antara rumah dan taman.

Pemakaian material bangunan (rumah dan taman) minimalis tidak harus selalu mahal. Pemakaian bahan-bahan sederhana (unsur kesederhanaan yang kuat) bukan kemewahan dengan material mahal, dan material alam (unsur keselarasan dengan alam). Ekspos dominasi bahan material (lunak dan keras) tertentu akan menghasilkan efek yang berbeda-beda. Desain dan perhitungan struktur yang detail dapat menghemat pemakaian bahan material dengan hasil bangunan rumah dan taman tetap optimal tampil artistik.

Penataan perabot mensyaratkan keteraturan, di mana semua benda terletak teratur pada posisinya masing-masing. Ruangan diisi dengan perabotan yang sangat efisien dan fungsional saja. Perabot yang dipilih hanya yang benar-benar dibutuhkan, bukan elemen dekoratif, jika memungkinkan multifungsi. Ruang pun terkesan bersih dan lega. Perabotan interior dan eksterior dengan bentuk-bentuk geometris bertujuan memaksimalkan penggunaan ruang, tidak ada celah ruang yang tersisa atau mati.

Taman berperan penting memasukkan keindahan dan keselarasan alam ke dalam bangunan dan menyatukan dengan lingkungan alam sekitar. Taman sebagai obyek hidup yang dinamis justru memberikan roh kepada rumah minimalis yang sering kali terkesan dingin dan kaku.

Pagar rumah dirancang memperkuat kesan minimalis dari beton bertekstur (garis horisontal/vertikal), atau tembok daun sirih (potongan batu kali disusun bertingkat) yang tengah menjadi tren, hingga pagar tanaman yang memperlembut kekakuan bangunan.

Kehadiran unsur air dalam bentuk kolam geometris dan berupa air tenang, air terjun, atau air semprot (efek kabut) menghadirkan keheningan dan kesejukan terhadap ruang dan penikmat ruang tersebut.

Rumah dan taman minimalis, keduanya harus saling berkolaborasi membentuk tatanan ruang luar, bangunan, dan ruang dalam yang seimbang (yin yang), saling berjalinan secara harmonis, dan tidak saling mendominasi. Pembagian ruang sangat efisien, fungsional, dan jelas hierarkinya, serta mengurangi (mereduksi) berbagai kebutuhan ruang yang tidak penting.

Penghuni maupun tamu dapat mudah mengenali fungsi-fungsi ruang. Ruang terasa mengalir mulai dari halaman depan, teras depan, penjelajahan setiap ruang-ruang, hingga teras belakang. Ruang makan, ruang keluarga, dan dapur yang saling berhubungan memiliki keteraturan, kesinambungan, dan keselarasan rancangan antarruang.

Totalitas taman minimalis sendiri akan dibahas pada kesempatan selanjutnya.

Menyelaraskan rumah dan taman minimalis berarti menghadirkan sebuah lingkungan rumah yang tenang dan menyejukkan.

NIRWONO JOGA Arsitek
untuk itu maka manfaat kan penawaran menarik dari kami

konsultan arsitektur serba Rp 10.000 /m2

hoki…..

Bukan hanya dokter yang memiliki layanan generik

( harga ekonomis namun manjur)

tapi kini tlah hadir seorang ARSITEK yang memiliki layanan

” generik konsultan arsitektur”

(harga ekonomis tapi kwalitas gambar dan design prestisss)

Apapun itu jenis proyek design yang kami tawarkan semuanya serba Rp 10.000/m2
• Design Rumah mewah/villa,hotel,Ruko/Rukan,Comercialspace dan lain lain

contoh design kunjungi arsitekseni.wordpress.com


kepuasan konsumen adalah harapan kami ….kwalitas dan harga berani di adu….

Adapun product kami memakai CAD (computer aided design) dengan kemampuannya membuat gambar kerja yang super detail.kemudian dilanjutkan dengan teknologi digital presentasi max dan photo shop.sehingga hasilnya mendekati nyata seperti aslinya atau foto beneran.

 

2.Berpikir Ringan dalam Membangun Rumah

SEHUBUNGAN dengan kejadian-kejadian gempa belakangan ini, tentu sedikit banyak akan membuat kita bertanya kepada diri sendiri: seberapa jauhkah rumah yang kita tinggali bisa melukai kita dan keluarga seandainya terjadi gempa?

JAWABANNYA tergantung pada dua hal. Pertama adalah seberapa besar kekuatan dan lamanya gempa yang melanda lingkungan di mana rumah kita berada. Kedua, seberapa baik respons struktur rumah kita dalam menghadapi gempa.

Meramalkan kapan datangnya gempa dan seberapa besarnya gempa tentu di luar kemampuan kita, demikian pula merancang suatu bangunan sedemikian rupa sehingga mampu menghadapi gempa. Namun, tentu kita mengharapkan dalam keadaan terburuk setidak-tidaknya bangunan masih berdiri sedemikian rupa sehingga Anda dan keluarga masih punya cukup waktu untuk melarikan diri keluar dari rumah sebelum rumah runtuh.

Untuk itu, apa yang bisa kita lakukan adalah mulai memikirkan sesuatu yang bisa mengurangi bahaya yang dibawa dan dibangkitkan oleh gempa. Salah satunya adalah dengan mulai berpikir ringan dalam membangun atau merenovasi rumah. Berpikir ringan artinya kita mulai mencari-cari bagaimana caranya supaya bangunan kita secara sebagian-sebagian atau secara keseluruhan menjadi lebih ringan, tetapi tanpa mengurangi kekuatan dan kekokohan konstruksinya. Persis seperti perancang pesawat udara yang berusaha sedemikian rupa supaya seluruh bobot pesawatnya dibuat seringan mungkin.

Hanya, kalau pesawat udara yang ringan dimaksudkan agar performanya bisa bertambah dengan berkurangnya bobot, bangunan yang ringan akan lebih tahan gempa karena secara langsung gaya inersia yang diakibatkan goyangan gempa juga tidak besar sehingga konstruksi rumah bisa lebih bertahan. Di lain pihak juga runtuhan bagian-bagian bangunan yang lebih ringan tentu lebih kurang bahayanya bagi orang-orang yang tertimpa di bawahnya.

Lalu, apa saja yang bisa membuat satu bangunan lebih ringan tanpa mengurangi kekuatan dan kekokohan yang dibutuhkan?

Sebelumnya perlu ditekankan di sini bahwa berpikir ringan tentu juga punya konsekuensi-konsekuensi, antara lain adalah bangunan rumah tinggal Anda bisa menjadi lebih mahal, walaupun bisa juga menjadi lebih murah. Atau dengan bahan-bahan pengganti lebih ringan, mungkin saja kita akan mendapatkan sifat-sifat bahan bangunan yang lebih kurang sifat perlindungan keamanannya. Juga mungkin saja umur bangunan Anda menjadi lebih pendek atau pemeliharaannya menjadi lebih mahal.

Sebagai contoh pertama adalah atap. Kalau kita menginginkan penutup atap ringan, tentu kita harus menggantikan bahan penutup atap jenis tanah liat yang dibakar (genteng) dengan bahan-bahan substitusi yang lebih ringan seperti yang berbahan dasar lembaran bitumen atau lembaran logam tipis. Tentu bahan-bahan substitusi ini mungkin lebih mahal atau lebih kurang nilai estetikanya atau lebih menyalurkan panas matahari ke dalam bangunan atau lebih pendek umur kerjanya.

Demikian juga konstruksi atapnya. Kalau kita menggantinya dari konstruksi kayu menjadi konstruksi ringan baja, tentu akan menambah biayanya karena, secara umum, saat ini konstruksi baja masih lebih mahal daripada konstruksi kayu. Walaupun kecenderungan perbedaan harganya mulai menipis akibat meningkatnya harga kayu di satu pihak dan semakin meluasnya penggunaan konstruksi baja di lain pihak yang mengakibatkan penurunan harganya.

Juga penggunaan lantai parket di lantai atas, misalnya, menggantikan lantai keramik yang lebih berat tentu akan menambah biaya juga. Atau bahkan Anda membuat seluruh lantai atas rumah Anda dari konstruksi kayu atau baja yang lebih fleksibel menghadapi gaya lateral (horizontal) akibat gempa daripada konstruksi beton, yang tentunya akan menambah biaya, baik pembuatannya maupun pemeliharaannya.

Contoh lain adalah penggunaan dinding partisi ringan yang terbuat dari bahan gypsum atau lempengan-lempengan (board) buatan dari bahan-bahan non-organik dengan rangka aluminium, menggantikan dinding bata atau batako. Tentu akan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dari dinding tersebut yang mudah dijebol, di samping ketahanan terhadap kelembaban dan keawetannya dan juga tingkat perlindungan bagi keprivasian.

Pendek kata, kalau kita ingin “berpikir ringan”, kita harus siap juga untuk berkompromi dalam berbagai hal seperti contoh di atas. Jadinya Anda harus “berhitung” secara menyeluruh tentang keuntungan dan kerugian dalam “membangun ringan”, termasuk pengolahan estetika dan tingkat risiko gempa dan karakteristik lingkungan di mana rumah Anda berdiri. Namun, ini tentu sudah menjadi tugas arsitek dan perancang teknis yang Anda sewa untuk melakukannya dengan benar. Bagian Anda adalah mengubah cara berpikir tradisional yang umumnya “berpikir berat” dalam membangun rumah tinggal menjadi “berpikir ringan” untuk mencapai tujuan penjagaan keselamatan Anda. Ini yang tentunya mengharuskan Anda siap menerima segala konsekuensinya.

Ada satu hal lagi yang harus dipertimbangkan. Secara keseluruhan mungkin harga konstruksi bangunan Anda bisa lebih murah karena dua sebab.

1. Pelaksanaan pembangunan lebih cepat. Karena, bahan-bahan atau bagian-bagian bangunan yang ringan umumnya bersifat siap pasang sehingga bisa menghemat biaya tukang.

2. Bobot konstruksi yang lebih ringan. Ini tentu secara berantai akan mengakibatkan, antara lain, berkurangnya beban fondasi sehingga bisa dibuat lebih murah.

Wilayah gempa

Menurut peta yang dilampirkan di majalah National Geographic edisi April 1995, seluruh permukaan bumi, laut, dan daratan dibagi menjadi 16 lempengan tektonik utama. Indonesia bagian barat dari Pulau Sumatera sampai Pulau Sulawesi berada di lempengan Eurasia. Selebihnya, Kepulauan Maluku dan Papua ikut lempengan Australia.

Hal yang menjadi masalah adalah negeri kita berada di pinggiran kedua lempengan tersebut. Bagian barat Pulau Sumatera, bagian selatan Pulau Jawa, bagian barat Kepulauan Maluku, dan bagian utara Pulau Papua bahkan benar-benar merupakan tepian kedua lempengan besar tersebut yang langsung bersentuhan dengan lempengan-lempengan besar lainnya, seperti lempengan Filipina dan lempengan Pasifik. Bisa dibayangkan penyebaran potensi gempa di negeri kita ini. Namun, kita juga tidak perlu terlalu bersikap berlebihan karena itu adalah gambaran yang sangat umum. Untuk gambaran yang lebih cermat, telah dibuat peta gempa wilayah Indonesia seperti yang terlampir. Pada peta resmi tersebut, wilayah gempa di Indonesia juga dibagi-bagi atas beberapa tingkat risiko gempa. Dari peta tersebut, kita bisa merancang konstruksi tahan gempa dengan lebih proporsional.

Saptono Istiawan Arsitek

Serba-serbi Tangga Ditinjau dari Sudut “Fengshui”

ADAKALANYA kita bingung dalam hal menempatkan posisi tangga untuk loteng di rumah kita. Apakah sebaiknya di depan, di samping, atau di belakang. Bisa juga muncul pertanyaan, di bawah tangga sebaiknya digunakan sebagai ruang apa?

Pertanyaan tersebut akan semakin rumit jika kita menghitung fengshui (pengetahuan tentang keselarasan angin dan air) menggunakan rumusan-rumusan tertentu, seperti elemen kelahiran, shio, dan arah rumah.

Memang untuk menentukan posisi tangga yang benar dan akurat, mutlak digunakan rumusan-rumusan tersebut, tetapi hal itu akan membutuhkan perhitungan cukup rumit. Bisa saja Anda datang ke ahli fengshui untuk mengetahuinya, tetapi untuk gambaran secara umum Anda bisa juga mencermati pemaparan di bawah ini.

Seperti kita ketahui, fungsi utama tangga adalah menghubungkan lantai bawah dan lantai di atasnya. Untuk itu ada baiknya tangga berada di dalam rumah. Jika tangga terletak di luar rumah, hal ini akan memberikan jarak antara penghuni lantai bawah dan penghuni lantai atas. Dengan kata lain, ada ketidakharmonisan antara penghuni lantai bawah dan penghuni lantai atas.

Sebagai gambaran umum, tangga yang baik tidak langsung berhadapan dengan pintu utama. Hal ini untuk menghindari benturan chi atau malah mengeluarkan energi chi itu sendiri. Secara umum, tangga sebaiknya ditempatkan di bagian samping dan arah naik tidak membelakangi jalan di depan rumah.

Dianjurkan agar tangga tidak langsung lurus dari bawah ke atas, maksudnya dari bawah langsung menuju ke atas dalam satu garis/arah. Jika rumah Anda cukup luas, bentuk tangga setengah melingkar akan lebih bagus. Akan tetapi, jika tidak memungkinkan, buatlah belokan, misal dari anak tangga ke tujuh berbelok arah menuju ke atas. Hal ini seperti pada alasan lainnya dalam fengshui adalah untuk menahan lajunya energi yang terlalu besar mengalir di rumah Anda.

Jumlah anak tangga pun sebaiknya tidak dalam hitungan kelipatan lima atau akan habis jika dibagi dengan lima, misalnya 15 atau 20 (jika dibagi 5 akan habis). Sebaiknya jangan pula bersisa empat jika dibagi dengan kelipatan lima, misal 19 atau 24 karena angka empat jika dilafalkan dalam bahasa Mandarin bisa berarti mati.

Jadi sebaiknya jumlah anak tangga adalah kelipatan 5 plus 1 atau 3, misal 16 atau 18 bisa juga 21 atau 23. Para praktisi fengshui percaya jika jumlah anak tangga masih sisa 1 atau 3, apabila dibagi dengan 5, maka rezeki tidak akan habis dimakan, artinya selalu ada sisa. Dalam hal ini sama dengan penghasilan yang tidak akan habis malah akan ada tabungan.

Adapun kelipatan lima itu sendiri bisa diibaratkan dengan lima unsur elemen fengshui (air, tanah, kayu, api, dan logam). Untuk menghitung jumlah anak tangga, patokan yang digunakan adalah mulai dari anak tangga yang pertama dan berakhir dengan pijakan terakhir/ lantai pada loteng.

Sebaiknya posisi tangga tidak berhadapan dengan kamar mandi. Misalnya dari lantai bawah posisi tangga naik jangan di depan kamar mandi, demikian pula setelah melangkah anak tangga terakhir di lantai atas sebaiknya tidak langsung menuju kamar mandi. Hal ini untuk menghindari mengalirnya energi positif yang sia-sia menuju tempat pembuangan ataupun sebaliknya.

Juga dihindari untuk posisi tangga yang langsung berhadapan dengan dapur. Hal ini untuk menghindari energi positif yang akan hangus terbakar jika posisi tangga mengarah ke dapur, terutama kompor. Para praktisi fengshui percaya bahwa aliran chi akan berputar di dalam rumah apakah di lantai bawah atau di lantai atas. Untuk itulah sebaiknya dihindari posisi yang langsung mengarah ke dapur.

Namun bagaimana jika di rumah Anda sudah telanjur demikian? Untuk menyiasatinya, cobalah pasang partisi antara dapur dan tangga. Hal lain yang perlu dihindari adalah arah tangga yang langsung berhadapan dengan jendela, baik dari bawah maupun atas. Hal ini untuk menghindari pembuangan energi positif melalui jendela.

Untuk penggunaan ruangan yang persis di bawah tangga, usahakan tidak digunakan untuk aktivitas utama/yang membuat orang terus-menerus berada di area tersebut dalam waktu lama, misal untuk ruang kerja, ruang bermain anak, dan sebagainya. Dilihat dari sudut pandang fengshui, hal ini untuk menghindari tekanan atau pijakan yang menimpa pada orang yang berada di bawah tangga. Secara logika pun akan muncul kebisingan yang timbul karena aktivitas orang yang turun naik di atasnya sehingga mengganggu konsentrasi orang yang berada di bawahnya.

Jika rumah Anda cukup luas, biarkan ruang tersebut untuk area bebas atau bisa digunakan untuk menaruh tanaman. Banyak juga yang menggunakannya sebagai powder room atau toilet untuk tamu. Hal ini masih diperbolehkan mengingat aktivitas di situ juga tidak terus- menerus atau dengan kata lain digunakan jika perlu. Bisa juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.

Karena keterbatasan lahan dan alasan supaya praktis, banyak sekali orang memilih tangga spiral yang ditujukan untuk menuju ruang jemuran pakaian. Jika lahan memungkinkan, sebaiknya dihindari penggunaan tangga jenis ini. Jika dilihat komposisinya tangga spiral berbentuk melingkar dengan satu tiang, hal ini bisa diibaratkan dengan kehidupan Anda yang hanya bertumpu pada satu sumber dan mudah berayun-ayun.

Bagaimana jika hal ini terjadi di rumah Anda? Untuk menyiasatinya, berikan tambahan satu tiang di bawahnya, misalnya di bawah anak tangga ketiga atau keenam. Hal ini bisa diibaratkan dengan tambahan penopang pada sumber penghasilan Anda.

Hal yang penting dan patut dicermati adalah bagaimanapun mewahnya rumah Anda, dan di mana pun letak tangga, penerangan di sekitar area tangga tetap harus diperhatikan. Sebaiknya pada area ini diberikan cahaya yang cukup terang. Bukankah tidak lucu jika ada orang yang jatuh hanya karena kurangnya pencahayaan pada sekitar area tangga di rumah Anda?

Teguh Senoadji Pemerhati “Fengshui”

terimakasih atas kunjungannya di web kami

ttd Rony,st .

principal design dan arsitek

Rony Design Studio
jl cakalang no 6,perumahan Tambak Rejo Indah.. surabaya
Contact us :P. Rony 031-720.62000,hp 085.8511.62000

e-mail : Rony_design@yahoo.co.id

 

Posted by M.Rony St,Arch at 12:10:37 | Permalink | No Comments »